Chandra Ekajaya Dan Politik Amerika

Chandra Ekajaya memberitakan bahwa Gedung Putih Amerika Serikat sedang menyiapkan sambutan atas kunjungan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Salah satu pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa meskipun Amerika Serikat sangat mendukung perdamaian kedua negara, tetapi mereka tidak ingin memaksakan lagi perdamaian melalui solusi dua negara.

Dok.Chandra Ekajaya

Presiden Donald Trump saat ini tidak ingin mendikte kedua negara yang berada di Timur Tengah itu. Apa pun bentuk dan model perdamaian yang akan mereka capai, itu bebas dan terserah mereka. Tetapi pihak Amerika Serikat tidak akan memaksakan solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya. Perdana menteri Israel tiba di Amerika Serikat pada tanggal 15 Februari 2017.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya memberikan opininya bahwa presiden Donald Trump semenjak dilantik di akhir bulan Januari lalu semakin mengukuhkan bahwa Amerika Serikat merupakan sekutu setia dan tergoyahkan dari Israel. Bahkan kebijakannya pun sangat kontras dengan kebijakan-kebijakan presiden sebelumnya. Sedangkan perdana menteri Israel sendiri sudah menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima pembentukan negara Palestina.

Bagi dunia internasional, terutama bagi Palestina, kebijakan pemerintah Amerika Serikat sangat tidak beralasan. Bagi mereka kebijakan presiden Donald Trump saat ini sangat tidak bertanggung jawab dan tidak menyelesaikan persoalan konflik. Bahkan presiden Amerika Serikat ini belum pernah satu kalipun berinteraksi dengan pejabat pemerintah Palestina.

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa presiden Amerika Serikat berusaha menghindar untuk mengkritik kebijakan pemukiman Israel. Sebab masalah pemukinan inilah yang menjadi salah satu persoalan kenapa perdamaian tak kunjung terjadi. Tetapi Donald Trump pun enggan membicarakan hal tersebut. Ia bahkan tidak ingin ikut campur dan tidak ingin ikut serta dalam perdamaian kedua negara tersebut. Israel dan Paleestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *