Pertobatan Sang Pengusaha Chandra Ekajaya

Tepat malam jum’at kliwon, keringat menetes deras di tubuh Chandra Ekajaya, tapi ia harus terus menggali. Ayunan cangkul semakin dalam. Usaha keras membuahkan hasil. Cangkul yang ia pegang serasa membentur papan penutup mayat. Lalu dengan sisa-sisa tenaga yang ada, ia melanjutkan penggalian dengan kedua tangan. Berhasil, galian telah nyampe dasar. Bau kurang sedap menyebar, reflek ia menutup hidung. Mayat perempuan di dalam kubur itu masih baru. Badannya masih terbungkus rapi kain kafan. Kedua bola mata dan mulutnya tertutup kapas. Chandra Ekajaya begidik ngeri, tapi kepalang tanggung tujuan sudah hampir berhasil. Rasanya menggigil melihat rupa mayat di hadapannya, bulu kuduk meremang.

Itulah hal yang pernah dialami oleh Chandra Ekajaya yang kala itu pernah tersesat di jalan pesugihan karena tidak sabar dengan nasib yang selama ini ia jalani. Waktu berlalu cerita itu kini hanyalah kenangan. Saat ini Chandra Ekajaya sudah meninggalkan semua praktek kleniknya itu. Sebagai seorang pengusaha yang sukses saat ini Chandra Ekajaya menjalani bisnisnya dengan cara yang normal-normal saja dan hanya mengandalkan sedekah, ibadah dan doa.

Perjalanan hidup mungkin yang membuatnya kembali ke jalan yang benar. Selama masih menjalankan praktek kleniknya dulu Chandra Ekajaya memang sukses dalam mengamalkan pesugihan dan benar-benar kaya. Akan tetapi selama ia masih menjalankan prakteknya itu banyak kejadian yang justru malah semakin menguras rasa kebahagiaannya. Mulai dari anggota keluarganya yang sakit-sakitan tanpa sebab yang jelas dan bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

Memang waktu yang menyadarkan seseorang. Apabila sebuah hidayah sudah datang siapapun tak bisa menghindarinya. Setelah ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh salah satu anggota keluarganya, Chandra Ekajaya mulai sadar bahwa jalan yang ia tempuh dahulu ialah jalan setan. Semenjak itu ia berhenti seketika dari semua praktek kleniknya dan memulai hidup barunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *