Menteri Chandra Ekajaya Skandal Pakan Ayam

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya merupakan seorang pejabat negara yang mempunyai banyak ide dan kreatif. Dalam kesehariannya Menteri Chandra Ekajaya suka berkebun dan beternak, di rumahnya saja terdapat sebuah lahan seluas 500 meter untuk memenuhi hobinya berkebun dan beternak. Di rumahnya terdapat banyak jenis tanaman dan hewan, diantaranya tanaman sayur-sayuran, buah-buahan dan hewan seperti ayam, bebek, kalkun dan beberapa jenis ikan konsumsi.

Profesi sebenarnya dari Menteri Chandra Ekajaya adalah seorang pengusaha ayam petelur. Kepiawaiannya dalam hal budidaya ini lah yang membuat dirinya bisa diangkat menjadi soerang menteri. Selain sebagai pengusaha menteri Chandra Ekajaya juga mempunyai sebuah usaha produksi pakan ayam yang ia dirikan jauh sebelum diangkat menjadi seorang menteri di negeri ini. beberapa waktu lalu Menteri Chandra Ekajaya sempat membongkar sebuah skandal pakan ayam yang di ekspor secara ilegal oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dok.Chandra Ekajaya

Kasus skandal itu dibongkar oleh Menteri Chandra Ekajaya ketika ia sudah menjabat sebagai seorang menteri. Kasus skandal itu terbongkar ketika ia curiga dengan pakan hasil buatannya yang ganjil karena jumlah yang diekspor selalu kurang jumlahnya dan tidak sesuai dengan perhitungan administrasi anak buahnya. Dari 20 ton pakan yang diekspor hanya 1,5 ton saja yang dilaporkan. Ternyata setelah di cek di bagian ekspor ada beberapa merk pakan yang tidak diekspor termasuk pakan hasil produksi Menteri Chandra Ekajaya.

Setelah proses penyelidikan yang memakan waktu cukup lama, akhirnya kasus skandal itu terbongkar dan menyelamatkan beberapa pengusaha pakan ayam. Dari kasus skandal pakan ayam tersebut akhirnya sekarang asosiasi produsen pakan ayam mulai membuat aturan baru tentang proses ekspor pakan ayam agar tidak terjadi kejanggalan dan pengurangan kuota dalam pengirimannya.

Yohanes Chandra Ekajaya Sang Tangan Emas Pebisnis Muda

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya atau lebih akrab disapa dengan Kang Chandra Ekajaya merupakan salah satu pengusaha muda sukses yang dimiliki bangsa Indonesia . Yohanes Chandra Ekajaya sendiri bukanlah anak dari keluarga kaya dan mapan. Dirinya lahir di Malang, Jawa Timur 30 tahun lalu dari keluarga miskin dan pas-pasan. Dirinya harus ikut membanting tulang untuk membantu kedua orang tua memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga atau bahkan hanya untuk kebutuhan sendiri.

Yohanes Chandra Ekajaya kecil harus ikut membantu ekonomi keluarga dengan menjual aneka kue di Sekolah Dasar, bahkan sampai SMP dan SMA dirinya masih tetap berjualan mulai dari makanan ringan, dan baju. Setelah lulus SMA Yohanes Chandra Ekajaya tidak melajutkan kuliah karena keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan. Namun hal ini tidak membuat dirinya patah arang dan semangat, Yohanes Chandra Ekajaya berbekal tabungan yang dirinya kumpulkan selama itu memberanikan diri untuk membuka bisnis pertamanya yaitu bisnis kecil-kecilan jualan baju.

Setelah selang beberapa lama bisnisnya berjalan, Yohanes Chandra Ekajaya lantas tidak kehabisan ide untuk mendapatkan uang. Dirinya kemudian mengikuti beberapa perlombaan seperti Java Land Economic Competition tingkat pulau Jawa dan Kompetisi Ekonomi yang diadakan oleh salah satu universitas di Indonesia. Setelah berhasil memenangkan perlombaan tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya pun dengan berbekal uang hasil memenangkan perlombaan dirinya memberanikan membuka bisnis barunya yaitu bisnis kuliner minuman coklat yang diberi nama Choco Asyik.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Choco Asyik sendiri merupakan bisnis minuman coklat olahan khusus dari Yohanes Chandra Ekajaya, bukan tanpa sebab dirinya membuka bisnis ini. Minuman coklat sendiri merupakan minuman yang sangat populer di Indonesia, mulai dari anak-anak bahkan hingga orang tua pasti menyukai minuman yang satu ini. Berbagai jenis olahan coklat Yohanes Chandra Ekajay buat untuk membuat kesan unik dalam produk olahanya.

Bisnis minuman coklat nya ini berkembang pesat, saat ini saja dirinya sudah memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kunci sukses bisninya ini adalah variasi produk yang unik, strategi pemasaran yang tepat serta jaringan bisnis yang memanfaatkan strategi waralaba/franchise. Waralaba atau franchise coba menjadi salah satu strateginya dalam menyebarluaskan produknya. Yohanes Chandra Ekajaya menjamin dan tidak melepas sendiri orang yang bermitra denganya. Yohanes Chandra Ekajaya akan membimbing sampai bisnis nya berjalan stabil dan mendapat keuntungan yang diinginkan.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

 

Dari perhitungan dan analisis tersebut di dapatkan bahwa ada beberapa pilihan paket mulai dari 40 cups, 60 cups dan 75 cups. Semuanya itu memilki perbedaan pada jumlah penjualan dalam cup dan juga beberapa lama balik modal akan didapatkan. Ketika memilih penjualan paling banyak pastinya akan mendapatkan balik modal yang cepat pula.

Dari bisnis coklat nya ini Yohanes Chandra Ekajaya dapat meraup untung hingga Rp 100 juta perbulan. Terlebih saat ini dirinya juga memiliki beberapa bisnis baru seperti bisnis Q Pizza dan juga bisnis fashion You and Me yang semakin berkembang pesat. Jika di total dari ketiga bisnisnya ini keuntungan bersih yang di daptkaan bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Keinginan terbesarnya adalah semakin membuat bisnis yang dimiliinya untuk bisa menembus pasar mancanegara. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya untuk bisa menembus pasar Mancanegara dibutuhkan kerja keras lebih serta inovasi produk yang pastinya berbeda dengan lainya dan juga  kualitas yang baik agar mampu bersaing dengan produk lainya.

Yohanes Chandra Ekajaya Si Raja Pizza yang Tahan Banting

Q Pizza hantar kesuksesan Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Si Raja Pizza

Yohanes Chandra Eka, pemilik waralaba Q Pizza merupakan seorang pengusaha sukses Indonesia yang tumbuh dari sebuah keluarga yang berkecukupan. Segala kebutuhan dipenuhi oleh ayahnya, bahkan Yohanes Chandra Eka dibelikan mobil saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Namun, segalanya berubah drastis, ketika ayahnya yang merupakan seorang pebisnis bangkrut di tahun 2008. Setahun kemudian, Yohanes Chandra Eka pun hidup sebatang kara, karena ayah yang sangat dicintainya meninggal dunia. Ia pun kemudian tinggal dengan seorang pamannya, seorang pebisnis apel di daerah Malang, Jawa Timur.

Yohanes Chandra Ekajaya hanya mampu menyabet ijazah SMA, karena ia terpaksa tidak menyelesaikan kuliahnya di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Akhirnya, ia pun berjualan aneka makanan ringan yang ia distribusikan lewat beberapa warung-warung, kafe, kantin kampus, dan sebagainya. Namun, usahanya pun berhenti karena ia harus tertipu oleh rekan bisnisnya. Ia pun kemudian berinisiatif untuk membuat sebuah makanan yang dibuat lewat sistem waralaba.  Dengan anggaran yang pas-pasan akhirnya ia pun membuak sebuah outlet yang menyajikan menu makanan khas Eropa yaitu pizza. Nama produknya pun kemudian diberi label Q Pizza. Beberapa terobosan pun ia lakukan dengan menciptakan beraneka varian rasa untuk pizza andalannya tersebut. Ia pun juga mengaku bahwa terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produknya dan tentu saja dengan harga yang terjangkau.

Q Pizza hantar kesuksesan Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Saat ini Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai pebisnis sukses, dimana saat ini ia memiliki waralaba yang jumlah outletnya mencapai 430 unit di berbagai daerah.  Sebanyak 10 gerai dari jumlah total tersebut merupakan miliknya. Sisanya ia menggunakan sistem franchise. Ia menggunakan sistem franchise karena ingin mencetak seorang pengusaha.Untuk biaya waralab tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya mematok harga Rp 3,5 juta untuk setahun dan setelah itu para mitra bisnis cukup membayar 50% dari harga paket waralaba tanpa dikenai tambahan biaya.

Biasanya para mitra bisnis Q Pizza pada umumnya mengalami balik modal setelah 2-3 bulan dengan asumsi penjualan 40 loyang untuk sehari. Naluri bisnisnya pun terus berkembang, dimana Yohanes Chandra Ekajaya merilis beberapa produk yang terus diperbarui per empat bulan sekali. Selain itu, Yohanes Chandra Ekajaya mematenkan label Q Pizza dengan menggelar stand dan kampanye pemasaran bersama para mitra bisnisnya. Kini, Q Pizza telah memiliki omzet hingga milliaran rupiah dalam satu semester.

Yohanes Chandra Ekajaya Keong yang Kaya Manfaat

manfaat keong sawah menurut yohanes chandra ekajaya

manfaat keong menurut J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya saat melihat keong mas atau disebut gondang dalam Bahasa Jawa. Kebetulan dia tinggal di lingkungan yang masih banyak lahan pertaniannya. Petani kerap mengeluh ketika diserbu hama keong mas yang membuat produktivitas menjadi menurun.

Di daerahnya belum banyak yang mengolah keong menjadi produk yang bernilai tinggi.  Biasanya keong tersebut hanya dipungut petani lalu dibuang di pematang sawah. Namun Yohanes Chandra Ekajaya meraciknya menjadi produk kuliner berupa kripik gurih dengan beberapa pilihan rasa.

“Bisa dibilang kami adalah inovator usaha ini. Kalau yang lain hanya sebatas menjadikan keong sebagai bahan sate, itupun belum dijual dengan teknik pemasaran yang baik,” kata dia.

Ide bisnis itu didapatnya ketika melakukan riset kandungan gizi keong mas saat masih SMA. Ternyata gizi moluska air tawar tersebut cukup banyak antara lain mineral, protein, dan asam lemak tak jenuh yang baik untuk menurunkan kolesterol.

“Saya mulai ujicoba membangun produk yang simple dan mudah direalisasikan. Pilihannya jatuh pada kripik karena mudah dikerjakan, hanya perlu membumbui dan menggoreng,” ujarnya

Dia mendirikannya pada Maret 2013 bersama dua orang temannya perempuan. Bertiga, mereka yang saat itu sedang duduk di kelas III SMA sama-sama turun ke sawah untuk mengumpulkan keong mas.

Proses pengolahan yang dilakukan yakni merebus keong kemudian memisahkan bagian yang dapat digunakan sebagai bahan keripik yakni area kepala dipisahkan. Daging keong lantas diiris dan dibumbui. Setelah digoreng, ditiriskan dengan menggunakan mesin spinner lalu dikemas.

manfaat keong sawah menurut yohanes chandra ekajaya

Awalnya, produknya hanya dikemas pakai plastik bening. Pasarnya pun terbatas pada teman-teman sekolah dan dititip di kantin dekat sekolahnya. Mendapat masukan dari pembinanya yang mengajar ekskul kewirausahaan di SMA, dia memproduksi kemasan yang lebih menarik berbentuk rumah gadang.

“Modal awal-awal hanya patungan bertiga Rp100.000. Kebetulan tahun 2013 itu kami menang lomba kewirausahaan, hadiah uang Rp5 juta dipakai sebagai tambahan modal saat hendak membuat kemasan,” kata dia.

Setelah mengganti bentuk kemasannya, cara pemasaran pun diganti. Dia tak hanya membidik pasar kalangan anak SMA tetapi mengincar kalangan menengah. Demi mendekati pasar, produknya mulai dititipkan di toko-toko oleh-oleh dan restoran di wilayah Lamongan.

Ketika menjalankan usaha tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya mengalami beberapa kendala yang mereka alami. Pertama, yakni dari segi kapasitas produksi yang masih terbatas, sehingga sering kewalahan jika beberapa toko secara bersamaan meminta disediakan stok keripik dalam jumlah cukup besar.

Kedua, mereka juga terkendala dengan pembagian waktu untuk bisnis dan sekolah masing-masing. Tak jarang semangat wirausahanya pun sempat naik turun, seperti ketika ketiganya menamatkan SMA dan melanjutkan kuliah masing-masing.

Namun, semangat mereka kembali terpacu memperbesar usaha tersebut ketika kembali dinyatakan sebagai pemenang dalam kompetisi wirausaha nasional. Mereka mulai percaya diri ada peluang yang menjanjikan dalam bisnis keong mas karena melihat respons dan apresiasi yang diberikan masyarakat.