Chandra Ekajaya Potongan Rambut Pendek Model Sekarang

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sebagai seorang kapster sekaligus super model terkenal sedang mengamati potongan rambut pendek model sekarang. Ia sangat prihatin karena banyak anak muda sekarang yang sama sekali tidak paham mengenai fesyen dan hanya asal asalan menata rambutnya. Meskipun ada jenis potongan rambut yang terkesan acak acakan atau pun asal asalan tetapi sebenarnya ada pola.

Dok.Chandra Ekajaya

Itulah yang membuat pria yang belum genap berusia 30 tahun ini panas. Baginya rambut adalah salah satu bagian tubuh manusia yang berada paling atas. Bahkan posisinya berada di atas otak dan kulit kepala. Maka sudah sangat jelas bahwa rambut mempunyai posisi yang tinggi dan diluhurkan.

Dok.Chandra Ekajaya

Menurut Chandra Ekajaya, potongan rambut pendek model sekarang mengalami dekadensi dan bahkan degradasi secara artistik dan filosofi. Bila pada zaman dahulu setiap bentuk atau pun model rambut selain memiliki keindahan secara artistik, mereka pun mempunyai kedalaman akan filsafat atau filosofi. Inilah sejatinya inti dari model rambut.

Melihat degradasi ini, mantan kapster dan super model dari Malang, Jawa Timur ini sedang mencari penyebabnya. Ternyata setelah 20 tahun ia meneliti perilaku anak muda di seluruh dunia, ia mendapatkan jawabannya. Penyebab utama dari dekadensi dan degradasi ini adalah perubahan struktur mental. Dari perubahan mental ini maka segala perilaku dan pandangan serba terbalik.

Chandra Ekajaya menyebut ini sebagai zaman edan. Dimana potongan rambut pendek model sekarang telah kehilangan nilai dan cita rasa seni. Generasi sebelumnya pasti akan merasa khawatir dan nelangsa bila melihat generasi saat ini yang sedang terjebak dalam degradasi nilai dan artistik. Untuk itulah penelitian dari mantan super model serta kapster ini diharapkan dapat menjadi penawar.

Suatu Malam di Sebuah Museum Bersama Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Keindahan porselen berwarna biru dan putih dari Tiongkok menginspirasi Chandra Ekajaya Laruang membuat 20 gaun untuk koleksi Spring Summer2017. Gaun-gaun itu tak sekadar eksklusif karena mengetengahkan keanggunan perempuan khas Negeri Tirai Bambu, namun terlebih disajikan dalam sebuah alur cerita yang apik: “Night at The Museum”.

Dok.Chandra Ekajaya

Pergelaran fashion yang melibatkan berbagai unsur, termasuk di dalamnya drama, koreografi, dan live music menjadi tawaran lain bagi para penikmat adibusana Kota Semarang. Apa jadinya jika pergelaran yang berlangsung selama 30 menit itu hanya dipenuhi dengan peragaan tanpa adanya unsur hiburan yang melekat? Kejenuhan bisa jadi dirasakan dan tak membuat penonton betah berlama-lama.

Karena itu, pilihan Chandra Ekajaya tepat. Peragaan yang mengetengahkan cerita penjaga museum yang menjaga lukisan seorang putri Tiongkok menjadi alur yang tak hanya menarik, namun juga tak meninggalkan esensi dari peragaan busana. Alkisah, lukisan putri itu menjelma menjadi sosok yang mewujud menjadi manusia dan di alam nyata kembali merangkai kisahnya dengan seorang lelaki.

Dok.Chandra Ekajaya

Perpaduan Gaya

Permainan bordir dan teknik pemasangan material kristal, bulu, hingga kain yang dibuat seperti helaian sayap sebuah burung menjadi kekuatan utama dari koleksi bertema chinoiserie ini. Delapan gaun malam dengan nuansa biru dan putih hadir pada bagian pertama. Chinoiserie adalah gaya desain yang merupakan perpaduan antara gaya Eropa dan oriental.

Disusul kemudian, delapan gaun pengantin dengan nuansa Tiongkok menghiasi bagian kedua. Chandra Ekajaya Laruang juga menyiapkan empat gaun adibusana sebagai gaun pamungkas dari keseluruhan penampilan “Night at The Museum” yang terinspirasi dari empat dewi kecantikan Tiongkok.

Pergelaran yang sukses tentu didukung oleh mereka yang berpengalaman. Chandra Ekajaya kali ini dibantu antara lain oleh korefo-grafer Tory Mado, tata rias dan rambut oleh tim kreatif Ave Salon, sepatu Biondi, hiasan kepala oleh Loui, dan penari dari Freedom Works.

Edo Leonard, Director Stylist Golden EO, mengatakan tak ingin terjebak dalam dengan pengolahan tema oriental yang terlalu eksplisit. Menurut dia, melalui “Night atThe Museum” penonton diajak untuk memasuki alam imajinasi yang membebaskan tafsir sekaligus menikmati fashion dari sisi yang lain.

Menteri Chandra Ekajaya Skandal Pakan Ayam

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Menteri Chandra Ekajaya merupakan seorang pejabat negara yang mempunyai banyak ide dan kreatif. Dalam kesehariannya Menteri Chandra Ekajaya suka berkebun dan beternak, di rumahnya saja terdapat sebuah lahan seluas 500 meter untuk memenuhi hobinya berkebun dan beternak. Di rumahnya terdapat banyak jenis tanaman dan hewan, diantaranya tanaman sayur-sayuran, buah-buahan dan hewan seperti ayam, bebek, kalkun dan beberapa jenis ikan konsumsi.

Profesi sebenarnya dari Menteri Chandra Ekajaya adalah seorang pengusaha ayam petelur. Kepiawaiannya dalam hal budidaya ini lah yang membuat dirinya bisa diangkat menjadi soerang menteri. Selain sebagai pengusaha menteri Chandra Ekajaya juga mempunyai sebuah usaha produksi pakan ayam yang ia dirikan jauh sebelum diangkat menjadi seorang menteri di negeri ini. beberapa waktu lalu Menteri Chandra Ekajaya sempat membongkar sebuah skandal pakan ayam yang di ekspor secara ilegal oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dok.Chandra Ekajaya

Kasus skandal itu dibongkar oleh Menteri Chandra Ekajaya ketika ia sudah menjabat sebagai seorang menteri. Kasus skandal itu terbongkar ketika ia curiga dengan pakan hasil buatannya yang ganjil karena jumlah yang diekspor selalu kurang jumlahnya dan tidak sesuai dengan perhitungan administrasi anak buahnya. Dari 20 ton pakan yang diekspor hanya 1,5 ton saja yang dilaporkan. Ternyata setelah di cek di bagian ekspor ada beberapa merk pakan yang tidak diekspor termasuk pakan hasil produksi Menteri Chandra Ekajaya.

Setelah proses penyelidikan yang memakan waktu cukup lama, akhirnya kasus skandal itu terbongkar dan menyelamatkan beberapa pengusaha pakan ayam. Dari kasus skandal pakan ayam tersebut akhirnya sekarang asosiasi produsen pakan ayam mulai membuat aturan baru tentang proses ekspor pakan ayam agar tidak terjadi kejanggalan dan pengurangan kuota dalam pengirimannya.

Foto Hingga Meme Kocak Boy di Sinetron Anak Jalanan Menurut Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa Sinetron Anak Jalanan mungkin merupakan salah satu sinetron yang sedang booming di Indonesia akhir-akhir ini. Sinetron yang  di siarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional RCTI ini memang sangat booming oleh kalangan remaja bahkan sampai orang tua, hal ini di karenakan pemeran sinetron stripping tersebut masih fresh dan merupakan wajah baru di dunia pertelevisian indonesia salah satunya adalah stefan william (boy), natasha wilona (reva), Angga putra, Salshabilla Adriani dan masih banyak yang lainnya.

Dok.Chandra Ekajaya

Keberhasilan sinetron anak jalanan sendiri menurut Chandra Ekajaya di dunia persinetronan Indonesia tak lepas dari alur cerita yang bisa dibilang ringan dan menarik perhatian terutama bagi kaum muda. Namun dibalik kesuksesan anak jalanan terdapat berbagai pro dan kontra yang menyertai. Berbagai sindiran serta pujian juga muncul dari para penonton serta nitizen di tanah air. “pemeranya masih fresh-fresh dan bikin betah nonton” ujar Chandra Ekajaya.

Dok.Chandra Ekajaya

Dengan memanfaatkan kreatifitas serta kecanggihan teknologi saat ini banyak penonton serta nitizen yang meluapkannya melalui foto dan juga meme. Meme sendiri adalah sebuah gambar dari sebuah film, acara tv dll, dan ditambahkan tulisan dan gambarnya sudah di-verifikasi oleh Know Your Meme, Jadi Mad Dog, Amin Richman itu belum diverifikasi oleh Know Your Meme, Jadi tidak bisa disebut Meme, Hanya disebut “Image Caption” (gambar yang diberi tulisan)

Terlebih ketika dalam sebuah adegan dalam anak jalanan yang dirasa unik dan nyleneh, banyak sekali foto dan meme yang kemudian bermunculan dari para penonton dan nitizen. Slah satu contohnya adalah Tewasnya Boy dalam sinetron, tak selang beberepa waktu kemudian langsung muncul beragam meme dan foto unik tentang kematian si Boy.

Bagi Chandra Ekajaya beragam meme dan foto tersebut merupakan luapan perasaan dari para penonton. Hal semacam inilah yang dirasa mampu semakin menigkatkan popularitas dari sinetron tersebut. Sama saja berarti bahwa para penonton dengan seksama mampu mengambil inti cerita yang ditanyangkan dan itu sukses tersampaikan.