Chandra Ekajaya Pantau Penerbangan

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengutip ucapan Plh Direktur Operasional Citilink lndonesia Capt Arry Kalzaman, pihaknya akan menyesuaikan sejumlah penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penyesuaian jadwal penerbangan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama 1-3 jam dari jadwal yang telah ditetapkan.

Dok.Chandra Ekajaya

“Oleh karena itu, diharapkan para calon penumpang yang sudah memiliki tiket untuk menyesuaikan rencana penerbangannya sesuai informasi yang akan disampaikan melalui call center” ujarnya. Hal ini untuk menghindari berbagai kesalah pahaman antara pihak bandara dengan masyarakat. Supaya nantinya tidak ada keributan dan ada pihak-pihak yang dikecewakan karena lawatan Raja Salman ke Indonesia.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa sementara ini, jalur ke Bogor, rombongan akan dilewatkan tol Jagorawi. Rencananya, gerbang tol Bogor akan ditutup selama satu jam, sejak pukul 12.30-13.30 para pengguna tol yang hendak keluar lewat gate tersebut disarankan untuk menggunakan akses lainnya. Bisa di Sentul Selatan maupun Ciawi.

Meskipun Raja Salman baru tiba hari ini, sebagian rombongan Saudi sudah tiba sejak kemarin (28/2). Kedatangan rombongan kerajaan Saudi diawali dengan pendaratan pesawat Boeing 773 dengan nomor penerbangan SV471 pada Selasa (28/1), pukul09.00. Rombongan datang langsung dari Riyadh dengan membawa 10 penumpang dan 18 crew. “Tidak ada kargo. Dan itu hanya kru, bukan delegasi,” ujar Corporate communication PT Jasa Angkasa Semesta Martha Lory.

Para delegasi dibawa dengan dua penerbangan selanjurnya kemarin sore dan tengah malam Mereka bertolak langsung dari Malaysia. Rombongan kedua diketahui baru mendarat sekitar pukul 18.00. Belum diketahui berapa jumlah rombongan dan apakah di dalamnya termasuk para pangeran kerajaan Saudi. “Pakainya pesawat jenis sama. Tapi jumlahnya belum tahu. Hanya saja memang lebih banyak,” ungkap pengusaha Chandra Ekajaya.

Inovasi Teknologi PT Chandra Ekajaya Oil

Dok.Chandra Ekajaya

Kejayaan peradaban suatu bangsa bisa maju dan mundur. Dalam alur sejarah, pudarnya peradaban bangsa terjadi karena pengingkaran esensi ketuhanan dan ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang biasa disebut inovasi. Inovasi kini menjadi kata kunci kemajuan bangsa. Bukti inovasi memiliki efek kemajuan dijumpai di beberapa negara maju. Pekan lalu Chandra Ekajaya , owner PT Chandra Ekajaya Oil berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Tujuan utamanya, melihat langsung inovasi terkini di pusat teknologi Negeri Paman Sam. Ada beberapa perusahaan dan kampus terkemuka yang dikunjungi. Antara lain Silicon Valley, Google, Facebook, Universitas Stanford, Universitas Berkeley, dan Intel.

Dok.Chandra Ekajaya

Perjalanan ke AS merupakan bagian dari misi besar Chandra Ekajaya dengan memberdayakan anak-anak muda untuk melakukan start-up business yang ditunjang sistem teknologi informasi (TI) berbasis internet Terobosan inovatif itu sengaja dilakukan untuk kemajuan negara. Seperti diketahui, Chandra Ekajaya selama ini telah ikut berperan sukses memberdayakan anak muda dengan pembangunan ekonomi melalui program cyber young. Juga, terbukti upayanya itu telah mendapat banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya tampaknya menyadari bahwa kemajuan kota sama saja dengan kemajuan bangsa. Dan setiap kemajuan selalu dimulai dari inovasi. Dalam hal ini, PT Chandra Ekajaya Oil merasa perlu menggandeng berbagai ahli, praktisi, dan kalangan akademisi, untuk mengembangkan PT Chandra Ekajaya Oil sebagai perusahaan start-up digital layaknya Silicon Valley, San Francisco, di AS. Belajar dari para pelaku ekonomi digital dunia, baik kalangan bisnis maupun akademisi di AS, benar-benar membuka mata bahwa American dream is not just a dream. Impian AS bukan sekadar impian. Mereka juga berusaha mengejarnya agar menjadi kenyataan walaupun dengan imajinasi yang kadang dianggap tak terjangkau.

Mereka tidak saja bicara dalam dimensi air, tanah, dan udara. Mereka juga bicara soal bisnis luar angkasa! Itulah sisi lain inovasi. Bukan hanya itu, dalam kunjungan tersebut Chandra Ekajaya juga menyempatkan diri melihat langsung sejarah perkembangan komputer di Museum Komputer AS. Mungkin itu museum komputer terlengkap di dunia. Sebab, semua komputer yang pemah dibuat di dunia sejak pertama kali dikembangkan pada 1945-an, saat terjadi Perang Dunia, sampai saat ini ada.

 

PT Chandra Ekajaya OIL Gelar Lomba Tempat Sampah dari Bahan Daur Ulang

Dok.Chandra Ekajaya

BANYAK cara memperingati hari peduli sampah pada 21 Febuari, hari ini. Salah satunya adalah kolaborasi antara mahasiswa PT Chandra Ekajaya OIL dengan Pemerintah Desa Sampakan Lor, yang membuat penyadaran sampah dengan lomba membuat tempat sampah dari bahan daur ulang. Balai Desa Sampakan Lor Minggu malam, (19/2) rasanya seperti malam perayaan HUT 17 Agustus. Ragam pertunjukan kesenian itu ada, bahkan ada pula disc jockey (Dj) yang membuat anak muda setempat terhibur. Acara gelar seni itu, nyatanya bukan dalam rangka hari ulang tahun.

Dok.Chandra Ekajaya

Back drop panggung itu bertuliskan sampah menggugat dan lingkungan diabaikan, sampah dikambinghitamkan. “Ini acara puncak lomba membuat tempat sampah,” ujar Chandra Ekajaya owner PT Chandra Ekajaya OIL. Chandra Ekajaya  menjelaskan membuat lomba semacam ini pun juga menyikapi isu sampah secara global di hari peduli sampah. Ide awal membuat lomba tersebut dari owner PT Chandra Ekajaya OIL sendiri yang memang berdomisili asal di desa Sampakan Lor. Chandra Ekajaya  yang sadar bahwa sampah selalu menjadi masalah klasik di desanya, membuat pria yang pernah menempuh kuliah di Malang tersebut mendukung penuh dan ikut mensukseskan lomba.

Dok.Chandra Ekajaya

Apalagi, kata dia, desanya tersebut menjadi hilir aliran sungai dari Desa Lumutan, Botolinggo, Sampakan Kidul dan terakhir di Sampakan Lor. Sehingga, sampah dari desa yang cenderung posisinya lebih tinggi tersebut terbawa hingga ke Sampakan Lor. Belum lagi ditambah limbah rumah tangga. Dengan adanya acara Lomba Tepat Sampah dari Bahan Daur Ulang ini diharapkan selain menjadi solusi tepat guna bagi sampah juga menjadi sarana berkumpul bagi warga Sampakan Lor.

Selama ini memang program semacam ini memang sudah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan dengan dana CSR nya akan tetapi tidak pernah ada upgrading selanjutnya dari perusahaan terkait sehingga hanya berjalan saat acara itu saja. Oleh karena itu, dari acara ini diharapkan acara semacam ini bisa terus berjalan secara mandiri tanpa adanya sebuah event semacam ini tapi dengan binaan secara penuh dari PT Chandra Ekajaya OIL.

Baca lainnya: Chandra Ekajaya Membedakan Atacama Humanoid dengan Jengglot Dari Indonesia

Chandra Ekajaya Tukang Cat Kapal Sebelum Menjadi Pejabat SKK Migas

Dok.Chandra Ekajaya

Jatuh bangun dan menghadapi kerasnya kehidupan pernah dirasakan Chandra Ekajaya. Bahkan sejak kecil ia telah terbiasa peras keringat seperti berjualan kue hingga ikut menjadi buruh mengecat kapal di Tanjung Mas, Jawa Timur. Semua itu dilakoni demi mencukupi biaya sekolah. Setelah dewasa Chandra Ekajaya kemudian bekerja di pelabuhan yang dikenal tempat yang cukup keras dan rentan adu fisik. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, Chandra Ekajaya akhirnya dipercaya menjadi seorang pejabat di SKK Migas, walaupun hanya menjabat sebagai supervisor satpam. Kehidupannya pun kini lumayan nyaman dan mapan.

Dok.Chandra Ekajaya

Bahkan ia rela merogoh uang untuk membeli dua puluh unit Tabung CO2 untuk armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) di daerah tempat tinggalnya. Menjabat sebagai supervisor satpam tidak membuatnya  enjadi orang yang lupa dengan lingkungan dan kehidupannya dahulu. Ibarat pepatah kacang lupa kulitnya, Chandra Ekajaya sama sekali tidak mengalami hal itu, ia tetap masih berusaha untuk menjadi dirinya dahulu yang sederhana.

Dok.Chandra Ekajaya

Karena memang terpaan badai kehidupannya masa lalu yang hebat membuat pria ini selalu peduli dengan orang-orang sekitarnya terutama dengan rekan-rekan seperjuangannya yang nasibnya tak seberuntung dia. Chandra Ekajaya sendiri sadar bahwa memang jabatannya sebagai supervisor satpam di SKK Migas ini didapatnya secara tak terduga, akan tetapi ia yakin bahwa jabatan ini adalah amanah dan harus bermanfaat bagi sesama.

Sampai saat ini Chandra Ekajaya sering mengajak para anak buahnya di SKK Migas untuk menyambangi daerah-daerah yang kurang diperhatikan agar jiwa sosial dari anak buahnya ini dapat terbentuk tanpa harus mengalami nasib yang sama dengan dirinya. Dengan kegiatan tersebut ternyata memang sangat bermanfaat sehingga para anak buahnya sangat menyegani Chandra Ekajaya.