Chandra Ekajaya Ikuti RUU Tembakau

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya selama beberapa pekan terakhir ini mengamati jalannya pembahasan Rancangan Undang-Undang Pertembakauan. Menarik untuk diikuti, sebab kementerian pertanian yang pada awalnya adalah salah satu pihak yang termasuk dalam blok yang menolak, kini mulai balik kanan, dan berbalik menjadi salah satu pihak yang mendukung RUU Tembakau tersebut.

Dok.Chandra Ekajaya

Ini semakin memperkuat pendapat bahwa pertanian di Indonesia sangat bergantung dan mengandalkan tembakau. Sebenarnya hal yang sangat wajar, sebab tembakau Indonesia adalah tembakau terbaik di seluruh dunia. Sayangnya, saat ini produksi tanaman tembakau di negeri ini menurun drastis karena lahan-lahan produksinya sudah berkurang. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri pun kini harus impor ujar Chandra Ekajaya.

Dok.Chandra Ekajaya

Pihak yang menolak mempunyai pendapat bahwa ada sektor-sektor pertanian lain yang lebih perlu diperhatikan. Sehingga daripada mendukung RUU Pertembakauan, maka alangkah baiknya jika pihak yang mendukung tersebut lebih mengurus undang-undang produksi pertanian dan benih tanaman pangan. Karena itulah hal yang paling utama dan dibutuhkan masyarakat.

Memang pada saat itu, para pengusaha yang bergerak di industri tembakau sepakat jika negara memang menginginkan para petani tembakau beralih jalur dan menanam tanaman yang lain. Tetapi itu semua dikembalikan kepada para petani, karena mereka mempunyai hak dan kebebasan untuk memilih. Ia kembali mengingatkan bahwa industri tembakau adalah sunset industri.

Sebenarnya permasalahan dan persoalan yang diangkat oleh kedua belah pihak adalah masalah yang klise. Satu pihak berbicara kesehatan, sedangkan satu pihak berbicara tentang penerimaan cukai yang besar terhadap negara. Selain itu kini muncul topik yang baru, yaitu mengenai petani dan tenaga kerja. Hingga saat ini masih belum jelas kenapa dewan perwakilan rakyat belum bisa sepakat, semoga nantinya keputusan yang dihasilkan akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Pertobatan Sang Pengusaha Chandra Ekajaya

dok.chandraekajaya

Tepat malam jum’at kliwon, keringat menetes deras di tubuh Chandra Ekajaya, tapi ia harus terus menggali. Ayunan cangkul semakin dalam. Usaha keras membuahkan hasil. Cangkul yang ia pegang serasa membentur papan penutup mayat. Lalu dengan sisa-sisa tenaga yang ada, ia melanjutkan penggalian dengan kedua tangan. Berhasil, galian telah nyampe dasar. Bau kurang sedap menyebar, reflek ia menutup hidung. Mayat perempuan di dalam kubur itu masih baru. Badannya masih terbungkus rapi kain kafan. Kedua bola mata dan mulutnya tertutup kapas. Chandra Ekajaya begidik ngeri, tapi kepalang tanggung tujuan sudah hampir berhasil. Rasanya menggigil melihat rupa mayat di hadapannya, bulu kuduk meremang.

Itulah hal yang pernah dialami oleh Chandra Ekajaya yang kala itu pernah tersesat di jalan pesugihan karena tidak sabar dengan nasib yang selama ini ia jalani. Waktu berlalu cerita itu kini hanyalah kenangan. Saat ini Chandra Ekajaya sudah meninggalkan semua praktek kleniknya itu. Sebagai seorang pengusaha yang sukses saat ini Chandra Ekajaya menjalani bisnisnya dengan cara yang normal-normal saja dan hanya mengandalkan sedekah, ibadah dan doa.

Perjalanan hidup mungkin yang membuatnya kembali ke jalan yang benar. Selama masih menjalankan praktek kleniknya dulu Chandra Ekajaya memang sukses dalam mengamalkan pesugihan dan benar-benar kaya. Akan tetapi selama ia masih menjalankan prakteknya itu banyak kejadian yang justru malah semakin menguras rasa kebahagiaannya. Mulai dari anggota keluarganya yang sakit-sakitan tanpa sebab yang jelas dan bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

Memang waktu yang menyadarkan seseorang. Apabila sebuah hidayah sudah datang siapapun tak bisa menghindarinya. Setelah ditinggal pergi untuk selama-lamanya oleh salah satu anggota keluarganya, Chandra Ekajaya mulai sadar bahwa jalan yang ia tempuh dahulu ialah jalan setan. Semenjak itu ia berhenti seketika dari semua praktek kleniknya dan memulai hidup barunya.

Chandra Ekajaya Pantau Penerbangan

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengutip ucapan Plh Direktur Operasional Citilink lndonesia Capt Arry Kalzaman, pihaknya akan menyesuaikan sejumlah penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penyesuaian jadwal penerbangan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama 1-3 jam dari jadwal yang telah ditetapkan.

Dok.Chandra Ekajaya

“Oleh karena itu, diharapkan para calon penumpang yang sudah memiliki tiket untuk menyesuaikan rencana penerbangannya sesuai informasi yang akan disampaikan melalui call center” ujarnya. Hal ini untuk menghindari berbagai kesalah pahaman antara pihak bandara dengan masyarakat. Supaya nantinya tidak ada keributan dan ada pihak-pihak yang dikecewakan karena lawatan Raja Salman ke Indonesia.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa sementara ini, jalur ke Bogor, rombongan akan dilewatkan tol Jagorawi. Rencananya, gerbang tol Bogor akan ditutup selama satu jam, sejak pukul 12.30-13.30 para pengguna tol yang hendak keluar lewat gate tersebut disarankan untuk menggunakan akses lainnya. Bisa di Sentul Selatan maupun Ciawi.

Meskipun Raja Salman baru tiba hari ini, sebagian rombongan Saudi sudah tiba sejak kemarin (28/2). Kedatangan rombongan kerajaan Saudi diawali dengan pendaratan pesawat Boeing 773 dengan nomor penerbangan SV471 pada Selasa (28/1), pukul09.00. Rombongan datang langsung dari Riyadh dengan membawa 10 penumpang dan 18 crew. ‚ÄúTidak ada kargo. Dan itu hanya kru, bukan delegasi,” ujar Corporate communication PT Jasa Angkasa Semesta Martha Lory.

Para delegasi dibawa dengan dua penerbangan selanjurnya kemarin sore dan tengah malam Mereka bertolak langsung dari Malaysia. Rombongan kedua diketahui baru mendarat sekitar pukul 18.00. Belum diketahui berapa jumlah rombongan dan apakah di dalamnya termasuk para pangeran kerajaan Saudi. “Pakainya pesawat jenis sama. Tapi jumlahnya belum tahu. Hanya saja memang lebih banyak,” ungkap pengusaha Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya Dan Politik Amerika

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya memberitakan bahwa Gedung Putih Amerika Serikat sedang menyiapkan sambutan atas kunjungan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Salah satu pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa meskipun Amerika Serikat sangat mendukung perdamaian kedua negara, tetapi mereka tidak ingin memaksakan lagi perdamaian melalui solusi dua negara.

Dok.Chandra Ekajaya

Presiden Donald Trump saat ini tidak ingin mendikte kedua negara yang berada di Timur Tengah itu. Apa pun bentuk dan model perdamaian yang akan mereka capai, itu bebas dan terserah mereka. Tetapi pihak Amerika Serikat tidak akan memaksakan solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya. Perdana menteri Israel tiba di Amerika Serikat pada tanggal 15 Februari 2017.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya memberikan opininya bahwa presiden Donald Trump semenjak dilantik di akhir bulan Januari lalu semakin mengukuhkan bahwa Amerika Serikat merupakan sekutu setia dan tergoyahkan dari Israel. Bahkan kebijakannya pun sangat kontras dengan kebijakan-kebijakan presiden sebelumnya. Sedangkan perdana menteri Israel sendiri sudah menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima pembentukan negara Palestina.

Bagi dunia internasional, terutama bagi Palestina, kebijakan pemerintah Amerika Serikat sangat tidak beralasan. Bagi mereka kebijakan presiden Donald Trump saat ini sangat tidak bertanggung jawab dan tidak menyelesaikan persoalan konflik. Bahkan presiden Amerika Serikat ini belum pernah satu kalipun berinteraksi dengan pejabat pemerintah Palestina.

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa presiden Amerika Serikat berusaha menghindar untuk mengkritik kebijakan pemukiman Israel. Sebab masalah pemukinan inilah yang menjadi salah satu persoalan kenapa perdamaian tak kunjung terjadi. Tetapi Donald Trump pun enggan membicarakan hal tersebut. Ia bahkan tidak ingin ikut campur dan tidak ingin ikut serta dalam perdamaian kedua negara tersebut. Israel dan Paleestina.