Chandra Ekajaya Tukang Cat Kapal Sebelum Menjadi Pejabat SKK Migas

Jatuh bangun dan menghadapi kerasnya kehidupan pernah dirasakan Chandra Ekajaya. Bahkan sejak kecil ia telah terbiasa peras keringat seperti berjualan kue hingga ikut menjadi buruh mengecat kapal di Tanjung Mas, Jawa Timur. Semua itu dilakoni demi mencukupi biaya sekolah. Setelah dewasa Chandra Ekajaya kemudian bekerja di pelabuhan yang dikenal tempat yang cukup keras dan rentan adu fisik. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, Chandra Ekajaya akhirnya dipercaya menjadi seorang pejabat di SKK Migas, walaupun hanya menjabat sebagai supervisor satpam. Kehidupannya pun kini lumayan nyaman dan mapan.

Dok.Chandra Ekajaya

Bahkan ia rela merogoh uang untuk membeli dua puluh unit Tabung CO2 untuk armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) di daerah tempat tinggalnya. Menjabat sebagai supervisor satpam tidak membuatnya  enjadi orang yang lupa dengan lingkungan dan kehidupannya dahulu. Ibarat pepatah kacang lupa kulitnya, Chandra Ekajaya sama sekali tidak mengalami hal itu, ia tetap masih berusaha untuk menjadi dirinya dahulu yang sederhana.

Dok.Chandra Ekajaya

Karena memang terpaan badai kehidupannya masa lalu yang hebat membuat pria ini selalu peduli dengan orang-orang sekitarnya terutama dengan rekan-rekan seperjuangannya yang nasibnya tak seberuntung dia. Chandra Ekajaya sendiri sadar bahwa memang jabatannya sebagai supervisor satpam di SKK Migas ini didapatnya secara tak terduga, akan tetapi ia yakin bahwa jabatan ini adalah amanah dan harus bermanfaat bagi sesama.

Sampai saat ini Chandra Ekajaya sering mengajak para anak buahnya di SKK Migas untuk menyambangi daerah-daerah yang kurang diperhatikan agar jiwa sosial dari anak buahnya ini dapat terbentuk tanpa harus mengalami nasib yang sama dengan dirinya. Dengan kegiatan tersebut ternyata memang sangat bermanfaat sehingga para anak buahnya sangat menyegani Chandra Ekajaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *