Yohanes Eka Jaya Chandra Pengusaha Purwoceng

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Sudah sejak lama Yohanes Eka Jaya Chandra memulai usaha berbisnis, baginya gagal dan bangkit adalah sebuah kewajaran yang selalu dihadapi. Usaha yang telah ia geluti seperti menjadi pengusaha barang pecah belah sampai usaha kuliner. Yohanes Eka Jaya Chandra menjadi pelopor bagi orang – orang disekitarnya. Dia merupakan sosok pengusaha yang ulet dengan berbagai cara dia selalu mengajak bangkit.

Kali ini yang dibahas daripada Yohanes Eka Jaya Chandra adalah tentang bisnis purwoceng. Keberhasilan bisnis ini sungguh sangat kecil, namun ditangan Chandra ekajaya bisnis ini menjadi sangat menjanjikan. Anda pasti tahu bagaimana susahnya untuk memulai berbisnis bahkan dengan ketika ide bisnis sudah diatur dengan teliti dan sangat bagus.

Yohanes-Eka-Jaya-Chandra-Pengusaha-Purwoceng-300x279

Yohanes Eka Jaya Chandra memiliki beberapa cara agar usaha yang selalu diusungnya ceoat menemui titik keberhasilan. Hampir 90 persen usaha yang diusung oleh Yohanes Eka Jaya Chandra adalah sesuatu yang menjadi kebiasaan Yohanes Eka Jaya Chandra sendiri. Ini seperti sudah memiliki bakat dalam diri Yohanes Eka Jaya Chandra untuk menuju kesuksesan.

Bisnis purwoceng merupakan bisnis baru terutama untuk sekelas Yohanes Eka Jaya Chandra. Bagaimana tidak? Chandraekajaya harus belajar bagaimana seks yang baik dan menyehatkan sebeleum akhirnya menyuguhkan purwoceng ini.

Purwoceng merupakan jamu yang digunakan orang saat melakukan hubungan intim dengan pasangan yang sah. Karena dengan pasangan yang sah kita bebas untuk berkreasi. Dengan pasangan yang sah kita bisa buktikan purwoceng yang mantap. Cerita purwoceng yang baik pasti akan dialami, dan Yohanes Eka Jaya Chandra. Dia pernah mencoba dan pada akhirnya tertarik ke dalam bisnis purwoceng ini.

Yohanes Eka Jaya Chandra memiliki bisnis yang bagus karena dia memilih menjual purwoceng yang notaben menjadi ikon di daerahnya. Ini menjadi lebih mudah karena pengolahan purwoceng akan lebih cepat dan tepat di tangan Yohanes Eka Jaya Chandra seperti distribusi daripada barang itu sendiri.

Inovasi Teknologi PT Chandra Ekajaya Oil

Dok.Chandra Ekajaya

Kejayaan peradaban suatu bangsa bisa maju dan mundur. Dalam alur sejarah, pudarnya peradaban bangsa terjadi karena pengingkaran esensi ketuhanan dan ketidakmampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi yang biasa disebut inovasi. Inovasi kini menjadi kata kunci kemajuan bangsa. Bukti inovasi memiliki efek kemajuan dijumpai di beberapa negara maju. Pekan lalu Chandra Ekajaya , owner PT Chandra Ekajaya Oil berkunjung ke Amerika Serikat (AS). Tujuan utamanya, melihat langsung inovasi terkini di pusat teknologi Negeri Paman Sam. Ada beberapa perusahaan dan kampus terkemuka yang dikunjungi. Antara lain Silicon Valley, Google, Facebook, Universitas Stanford, Universitas Berkeley, dan Intel.

Dok.Chandra Ekajaya

Perjalanan ke AS merupakan bagian dari misi besar Chandra Ekajaya dengan memberdayakan anak-anak muda untuk melakukan start-up business yang ditunjang sistem teknologi informasi (TI) berbasis internet Terobosan inovatif itu sengaja dilakukan untuk kemajuan negara. Seperti diketahui, Chandra Ekajaya selama ini telah ikut berperan sukses memberdayakan anak muda dengan pembangunan ekonomi melalui program cyber young. Juga, terbukti upayanya itu telah mendapat banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya tampaknya menyadari bahwa kemajuan kota sama saja dengan kemajuan bangsa. Dan setiap kemajuan selalu dimulai dari inovasi. Dalam hal ini, PT Chandra Ekajaya Oil merasa perlu menggandeng berbagai ahli, praktisi, dan kalangan akademisi, untuk mengembangkan PT Chandra Ekajaya Oil sebagai perusahaan start-up digital layaknya Silicon Valley, San Francisco, di AS. Belajar dari para pelaku ekonomi digital dunia, baik kalangan bisnis maupun akademisi di AS, benar-benar membuka mata bahwa American dream is not just a dream. Impian AS bukan sekadar impian. Mereka juga berusaha mengejarnya agar menjadi kenyataan walaupun dengan imajinasi yang kadang dianggap tak terjangkau.

Mereka tidak saja bicara dalam dimensi air, tanah, dan udara. Mereka juga bicara soal bisnis luar angkasa! Itulah sisi lain inovasi. Bukan hanya itu, dalam kunjungan tersebut Chandra Ekajaya juga menyempatkan diri melihat langsung sejarah perkembangan komputer di Museum Komputer AS. Mungkin itu museum komputer terlengkap di dunia. Sebab, semua komputer yang pemah dibuat di dunia sejak pertama kali dikembangkan pada 1945-an, saat terjadi Perang Dunia, sampai saat ini ada.

 

Chandra Ekajaya Awasi Pembangunan

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya mengamati geliat pembangunan di Konawe, terus berjalan. Berbagai proyek ‘mercusuar’ digagas pemerintah daerah satu persatu dihadirkan untuk memajukan daerah yang dikenal sebagai pusat budaya dan pusat peradaban tolaki.

Chandra Ekajaya Awasi Pembangunan

Tahun ini, Pemda Konawe menggagas pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konawe berstandar nasional. Bahkan bangunannya dirancang, mirip dengan hotel berbintang. Konsep pembangunan mirip hotel ini diharapkan bisa membuat pasien nyaman dan bisa langsung sembuh.

Menurut Chandra Ekajaya, hal ini diungkapkan Manajer Proyek PT. Pembangunan Perumahan (PP), Judhi Widjayanto usai pemancangan tiang pertama pembangunan RSUD Konawe, Jumat (17/2).

“Rumah Sakit ini akan megah karena bangunan nampak seperti hotel. Pasien tentu akan mendapatkan kondisi yang berbeda. Pasien datang, insya Allah segera sembuh” ungkapnya.

Judhi mengatakan, rumah sakit akan dibangun membentuk trisula yang ada tamannya. Bangunan ini akan mempunyai enam gedung utama dan tiga bangunan penunjang.

Dok.Chandra Ekajaya

Gedung utama tersebut diantaranya gedung Unit Gawat Darurat (UGD), gedung Radiologi, gedung medical check up dan Rawat Inap. Sementara untuk belakangnya akan dibangun gedung penunjang seperti Power House dan Masjid.

Untuk pemancangan tiang bangunan, PT PP menggunakan sistem Injection. Sistem ini mampu melakukan pemancangan tanpa mengganggu sekitar karena tak menyebabkan polusi suara.

“Sistem ini memancang tiang tanpa harus menumbuk. Jadi tidak kedengaran. Kita lakukan ini untuk tidak mengganggu operasional rumah sakit seperti UGD dan rawat inap,” katanya.

Menurut Chandra Ekajaya, pemancangan tiang sebanyak 1600 titik akan diselesaikan selama dua bulan. Sementara untuk bangunan rumah sakit keseluruhannya diproyeksikan selesai pada Mei 2018 sesuai dengan kontrak yang ada. Proyek RSUD Konawe ini berdiri diatas lahan 25.000 hingga 30.000 meter persegi.

“Mudah-mudahan Rumah Sakit ini menjadi rumah sakit kebanggan masyarakat Konawe. Oleh karenanya kita harapkan suport dan doa masyarakat untuk pelaksanaannya,” pintanya.

Baca lainnya: Chandra Ekajaya Membedakan Atacama Humanoid dengan Jengglot Dari Indonesia

 

PT Chandra Ekajaya OIL Gelar Lomba Tempat Sampah dari Bahan Daur Ulang

Dok.Chandra Ekajaya

BANYAK cara memperingati hari peduli sampah pada 21 Febuari, hari ini. Salah satunya adalah kolaborasi antara mahasiswa PT Chandra Ekajaya OIL dengan Pemerintah Desa Sampakan Lor, yang membuat penyadaran sampah dengan lomba membuat tempat sampah dari bahan daur ulang. Balai Desa Sampakan Lor Minggu malam, (19/2) rasanya seperti malam perayaan HUT 17 Agustus. Ragam pertunjukan kesenian itu ada, bahkan ada pula disc jockey (Dj) yang membuat anak muda setempat terhibur. Acara gelar seni itu, nyatanya bukan dalam rangka hari ulang tahun.

Dok.Chandra Ekajaya

Back drop panggung itu bertuliskan sampah menggugat dan lingkungan diabaikan, sampah dikambinghitamkan. “Ini acara puncak lomba membuat tempat sampah,” ujar Chandra Ekajaya owner PT Chandra Ekajaya OIL. Chandra Ekajaya  menjelaskan membuat lomba semacam ini pun juga menyikapi isu sampah secara global di hari peduli sampah. Ide awal membuat lomba tersebut dari owner PT Chandra Ekajaya OIL sendiri yang memang berdomisili asal di desa Sampakan Lor. Chandra Ekajaya  yang sadar bahwa sampah selalu menjadi masalah klasik di desanya, membuat pria yang pernah menempuh kuliah di Malang tersebut mendukung penuh dan ikut mensukseskan lomba.

Dok.Chandra Ekajaya

Apalagi, kata dia, desanya tersebut menjadi hilir aliran sungai dari Desa Lumutan, Botolinggo, Sampakan Kidul dan terakhir di Sampakan Lor. Sehingga, sampah dari desa yang cenderung posisinya lebih tinggi tersebut terbawa hingga ke Sampakan Lor. Belum lagi ditambah limbah rumah tangga. Dengan adanya acara Lomba Tepat Sampah dari Bahan Daur Ulang ini diharapkan selain menjadi solusi tepat guna bagi sampah juga menjadi sarana berkumpul bagi warga Sampakan Lor.

Selama ini memang program semacam ini memang sudah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan dengan dana CSR nya akan tetapi tidak pernah ada upgrading selanjutnya dari perusahaan terkait sehingga hanya berjalan saat acara itu saja. Oleh karena itu, dari acara ini diharapkan acara semacam ini bisa terus berjalan secara mandiri tanpa adanya sebuah event semacam ini tapi dengan binaan secara penuh dari PT Chandra Ekajaya OIL.

Baca lainnya: Chandra Ekajaya Membedakan Atacama Humanoid dengan Jengglot Dari Indonesia

Chandra Ekajaya Tukang Cat Kapal Sebelum Menjadi Pejabat SKK Migas

Dok.Chandra Ekajaya

Jatuh bangun dan menghadapi kerasnya kehidupan pernah dirasakan Chandra Ekajaya. Bahkan sejak kecil ia telah terbiasa peras keringat seperti berjualan kue hingga ikut menjadi buruh mengecat kapal di Tanjung Mas, Jawa Timur. Semua itu dilakoni demi mencukupi biaya sekolah. Setelah dewasa Chandra Ekajaya kemudian bekerja di pelabuhan yang dikenal tempat yang cukup keras dan rentan adu fisik. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, Chandra Ekajaya akhirnya dipercaya menjadi seorang pejabat di SKK Migas, walaupun hanya menjabat sebagai supervisor satpam. Kehidupannya pun kini lumayan nyaman dan mapan.

Dok.Chandra Ekajaya

Bahkan ia rela merogoh uang untuk membeli dua puluh unit Tabung CO2 untuk armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) di daerah tempat tinggalnya. Menjabat sebagai supervisor satpam tidak membuatnya  enjadi orang yang lupa dengan lingkungan dan kehidupannya dahulu. Ibarat pepatah kacang lupa kulitnya, Chandra Ekajaya sama sekali tidak mengalami hal itu, ia tetap masih berusaha untuk menjadi dirinya dahulu yang sederhana.

Dok.Chandra Ekajaya

Karena memang terpaan badai kehidupannya masa lalu yang hebat membuat pria ini selalu peduli dengan orang-orang sekitarnya terutama dengan rekan-rekan seperjuangannya yang nasibnya tak seberuntung dia. Chandra Ekajaya sendiri sadar bahwa memang jabatannya sebagai supervisor satpam di SKK Migas ini didapatnya secara tak terduga, akan tetapi ia yakin bahwa jabatan ini adalah amanah dan harus bermanfaat bagi sesama.

Sampai saat ini Chandra Ekajaya sering mengajak para anak buahnya di SKK Migas untuk menyambangi daerah-daerah yang kurang diperhatikan agar jiwa sosial dari anak buahnya ini dapat terbentuk tanpa harus mengalami nasib yang sama dengan dirinya. Dengan kegiatan tersebut ternyata memang sangat bermanfaat sehingga para anak buahnya sangat menyegani Chandra Ekajaya.

Model Potongan Rambut Pria Terkini Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sebagai seorang super model yang sangat terkenal harus selalu mencari model potongan rambut pria terkini. Hal itu mutlak diperlukannya untuk menunjang karirnya dalam bisnis hiburan. Bagi orang-orang yang bergelut di dunia hiburan, rambut adalah mahkota utama yang sangat bernilai bagi peningkatan karirnya.

Dok.Chandra Ekajaya

Rambut dalam tradisi Jawa pun disebut sebagai mahkota. Maka sangat wajar jika penduduk Indonesia, terutama Jawa memperlakukan rambut dengan sangat hati-hati. Bahkan tidak jarang mereka selalu merawat dan memperindahnya. Ini merupakan hal yang sudah menjadi tradisi yang turun menurun. Rambut bisa menjadi simbol dari keindahan dan kejantanan bagi seorang pria.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sangat memahami hal tersebut. Maka dari itu ia selalu menjadi seorang pelopor atau bahkan membuat model potongan rambut pria terkini. Prinsip itu yang dipegangnya. Jika ia tidak bisa mencari hingga ke pelosok dunia mana pun, maka ia akan membuatnya. Dengan demikian maka tetap ialah yang akan menjadi orang pertama yang memakai model rambut tersebut.

Banyak orang, terutama pria yang mengikuti model rambutnya. Bagi mereka, super model satu ini merupakan sosok dan panutan. Selain karena simbol kejantanan yang memancar dari raganya, model rambutnya pun selalu update dan bahkan otentik plus original karena tidak ada yang menyamainya. Inilah yang membuatnya tetap bisa berbangga.

Chandra Ekajaya dan model potongan rambut pria terkini seperti sudah melekat. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Mereka berdua seperti saling mengisi. Dikarenakan model rambut sebagus apa pun tanpa wajah dan sikap yang pantas seperti yang dimiliki oleh super model ini maka hanya akan menjadi hiasan saja tanpa makna dan nilai. Maka sangat jelas hubungan antara keduanya, yaitu saling melengkapi.

Chandra Ekajaya Potongan Rambut Pendek Model Sekarang

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sebagai seorang kapster sekaligus super model terkenal sedang mengamati potongan rambut pendek model sekarang. Ia sangat prihatin karena banyak anak muda sekarang yang sama sekali tidak paham mengenai fesyen dan hanya asal asalan menata rambutnya. Meskipun ada jenis potongan rambut yang terkesan acak acakan atau pun asal asalan tetapi sebenarnya ada pola.

Dok.Chandra Ekajaya

Itulah yang membuat pria yang belum genap berusia 30 tahun ini panas. Baginya rambut adalah salah satu bagian tubuh manusia yang berada paling atas. Bahkan posisinya berada di atas otak dan kulit kepala. Maka sudah sangat jelas bahwa rambut mempunyai posisi yang tinggi dan diluhurkan.

Dok.Chandra Ekajaya

Menurut Chandra Ekajaya, potongan rambut pendek model sekarang mengalami dekadensi dan bahkan degradasi secara artistik dan filosofi. Bila pada zaman dahulu setiap bentuk atau pun model rambut selain memiliki keindahan secara artistik, mereka pun mempunyai kedalaman akan filsafat atau filosofi. Inilah sejatinya inti dari model rambut.

Melihat degradasi ini, mantan kapster dan super model dari Malang, Jawa Timur ini sedang mencari penyebabnya. Ternyata setelah 20 tahun ia meneliti perilaku anak muda di seluruh dunia, ia mendapatkan jawabannya. Penyebab utama dari dekadensi dan degradasi ini adalah perubahan struktur mental. Dari perubahan mental ini maka segala perilaku dan pandangan serba terbalik.

Chandra Ekajaya menyebut ini sebagai zaman edan. Dimana potongan rambut pendek model sekarang telah kehilangan nilai dan cita rasa seni. Generasi sebelumnya pasti akan merasa khawatir dan nelangsa bila melihat generasi saat ini yang sedang terjebak dalam degradasi nilai dan artistik. Untuk itulah penelitian dari mantan super model serta kapster ini diharapkan dapat menjadi penawar.

Chandra Ekajaya Dan Politik Amerika

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya memberitakan bahwa Gedung Putih Amerika Serikat sedang menyiapkan sambutan atas kunjungan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Salah satu pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa meskipun Amerika Serikat sangat mendukung perdamaian kedua negara, tetapi mereka tidak ingin memaksakan lagi perdamaian melalui solusi dua negara.

Dok.Chandra Ekajaya

Presiden Donald Trump saat ini tidak ingin mendikte kedua negara yang berada di Timur Tengah itu. Apa pun bentuk dan model perdamaian yang akan mereka capai, itu bebas dan terserah mereka. Tetapi pihak Amerika Serikat tidak akan memaksakan solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya. Perdana menteri Israel tiba di Amerika Serikat pada tanggal 15 Februari 2017.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya memberikan opininya bahwa presiden Donald Trump semenjak dilantik di akhir bulan Januari lalu semakin mengukuhkan bahwa Amerika Serikat merupakan sekutu setia dan tergoyahkan dari Israel. Bahkan kebijakannya pun sangat kontras dengan kebijakan-kebijakan presiden sebelumnya. Sedangkan perdana menteri Israel sendiri sudah menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima pembentukan negara Palestina.

Bagi dunia internasional, terutama bagi Palestina, kebijakan pemerintah Amerika Serikat sangat tidak beralasan. Bagi mereka kebijakan presiden Donald Trump saat ini sangat tidak bertanggung jawab dan tidak menyelesaikan persoalan konflik. Bahkan presiden Amerika Serikat ini belum pernah satu kalipun berinteraksi dengan pejabat pemerintah Palestina.

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa presiden Amerika Serikat berusaha menghindar untuk mengkritik kebijakan pemukiman Israel. Sebab masalah pemukinan inilah yang menjadi salah satu persoalan kenapa perdamaian tak kunjung terjadi. Tetapi Donald Trump pun enggan membicarakan hal tersebut. Ia bahkan tidak ingin ikut campur dan tidak ingin ikut serta dalam perdamaian kedua negara tersebut. Israel dan Paleestina.

Yohanes Chandra Memilih Hujan Emas lewat Q Pizza

Yohanes-Chandra-Memilih-Hujan-Emas-lewat-Q-Pizza-1

Ketika kebanyakan orang berusaha untuk mencari kenyamanan dan kemapanan karier lewat selembar ijazah, Yohanes Chandra Eka justru memilih sebaliknya. Drop out dari salah satu universitas di Semarang, ia justru memilih karir bisnisnya yang diyakini memiliki potensi yang cukup besar dalam meraup pundi-pundi rupiah.

Yohanes-Chandra-Memilih-Hujan-Emas-lewat-Q-Pizza-1-300x224  Dengan semangat dan disiplin yang tinggi, Yohanes Chandra Ekajaya akhirnya membuka sebuah bisnis yang menyajikan sebuah cita rasa istimewa kuliner Eropa. Ya, itulah pizza. Dengan label kuliber bernama Q Pizza, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil memadukan resep Eropa dengan lidah orang Indonesia. Berbagai varian pun ia sajikan, seperti tuna melt, cheese, black pepper, dan sebagainya. Harganya pun cukup ekonomis yaitu berkisar Rp 35 ribu hingga Rp 120.000. Meski pada mulanya ia agak ragu dengan kuliner tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya pun meyakini bahwa seiiring meningkatnya selera masyarakat terhadap masakan Eropa di Indonesia, ia justru memanfaatkan peluang tersebut.

Yohanes-Chandra-Memilih-Hujan-Emas-lewat-Q-Pizza-2-300x300Saat ini Yohanes Chandra Ekajaya merupakan pebisnis sukses yang telah berhasil mendulang jutaan rupiah lewat Q Pizza. Berbekal kejujuran dan kedisiplinan, ia meyakini kedua hal tersebut adalah kunci dari keberhasilan yang kini telah ia raih.

Yohanes-Chandra-Memilih-Hujan-Emas-lewat-Q-Pizza-unik-300x216Selain itu, keberhasilan dari Q Pizza juga ditorehkan lewat sistem bisnisnya yang menggunakan konsep waralaba. Bisnis tersebut cenderung mengajak para masyarakat dan pemodal untuk bekerjasama menjadi mitra bisnisnya. Selain menciptakan lapangan kerja, Q Pizza juga memiliki misi untuk mengajak generasi muda untuk bermitra dengannya serta menjadi seorang pebisnis. Kini, Yohanes Chandra Ekajaya tetap mengedepankan layanan, kualitas, dan terus berinovasi untuk mengembangkan produk-produk dari Q Pizza yang lebih berkualitas serta bercitarasa tinggi.

Suatu Malam di Sebuah Museum Bersama Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Keindahan porselen berwarna biru dan putih dari Tiongkok menginspirasi Chandra Ekajaya Laruang membuat 20 gaun untuk koleksi Spring Summer2017. Gaun-gaun itu tak sekadar eksklusif karena mengetengahkan keanggunan perempuan khas Negeri Tirai Bambu, namun terlebih disajikan dalam sebuah alur cerita yang apik: “Night at The Museum”.

Dok.Chandra Ekajaya

Pergelaran fashion yang melibatkan berbagai unsur, termasuk di dalamnya drama, koreografi, dan live music menjadi tawaran lain bagi para penikmat adibusana Kota Semarang. Apa jadinya jika pergelaran yang berlangsung selama 30 menit itu hanya dipenuhi dengan peragaan tanpa adanya unsur hiburan yang melekat? Kejenuhan bisa jadi dirasakan dan tak membuat penonton betah berlama-lama.

Karena itu, pilihan Chandra Ekajaya tepat. Peragaan yang mengetengahkan cerita penjaga museum yang menjaga lukisan seorang putri Tiongkok menjadi alur yang tak hanya menarik, namun juga tak meninggalkan esensi dari peragaan busana. Alkisah, lukisan putri itu menjelma menjadi sosok yang mewujud menjadi manusia dan di alam nyata kembali merangkai kisahnya dengan seorang lelaki.

Dok.Chandra Ekajaya

Perpaduan Gaya

Permainan bordir dan teknik pemasangan material kristal, bulu, hingga kain yang dibuat seperti helaian sayap sebuah burung menjadi kekuatan utama dari koleksi bertema chinoiserie ini. Delapan gaun malam dengan nuansa biru dan putih hadir pada bagian pertama. Chinoiserie adalah gaya desain yang merupakan perpaduan antara gaya Eropa dan oriental.

Disusul kemudian, delapan gaun pengantin dengan nuansa Tiongkok menghiasi bagian kedua. Chandra Ekajaya Laruang juga menyiapkan empat gaun adibusana sebagai gaun pamungkas dari keseluruhan penampilan “Night at The Museum” yang terinspirasi dari empat dewi kecantikan Tiongkok.

Pergelaran yang sukses tentu didukung oleh mereka yang berpengalaman. Chandra Ekajaya kali ini dibantu antara lain oleh korefo-grafer Tory Mado, tata rias dan rambut oleh tim kreatif Ave Salon, sepatu Biondi, hiasan kepala oleh Loui, dan penari dari Freedom Works.

Edo Leonard, Director Stylist Golden EO, mengatakan tak ingin terjebak dalam dengan pengolahan tema oriental yang terlalu eksplisit. Menurut dia, melalui “Night atThe Museum” penonton diajak untuk memasuki alam imajinasi yang membebaskan tafsir sekaligus menikmati fashion dari sisi yang lain.