Bisnis Mainan Edukasi Menjadi Primadona Kesuksesan Mantan Guru Ini

dok.mainan edukasi chandra ekajaya

Bisnis Mainan Edukasi mengalami perkembangan pesat, Permainan untuk balita dan Anak ini sangat penting bagi kecerdasan. Setiap anak selalu ingin mengetahui segala hal yang ada diluar dirinya. Dengan bermain cara mereka mengenal dunia secara luas. Sebagai oang tua harus bijak memilih mainan yang tepat bagi anak khususnya mainan yang dapat membantu merangsang pertumbuhan kecerdasan emosi dan intelektual. Seorang ibu ini menjadi pengusaha mainan edukasi karena kesusahan membeli mainan edukasi yang dia inginkan untuk anak tercintanya.

Awal membangun bisnis mainan edukasi ini, Sonia meniru bentuk-bentuk mainan yang ada. Namun, lama-kelamaan dia mengembangkan sendiri kreasi dari model mainan anak yang diperkaya dari pengalaman dan membaca buku. Mainan edukaif dari balok-balok kayu yang dibuatnya terdiri berbagai bentuk, dan fungsi dari mainan itu disesuaikan pula dengan tingkat usia anak. Misalnya Stacking Beruang, mainan untuk melatih konsentrasi anak, koordinasi tangan dengan mata. Mainan semacam ini sesuai untuk anak umur 2 tahun ke atas. Ada pula mainan yang fungsinya bisa melatih otot motorik anak dengan koordinasi antaranggota tubuh. Mainan berbentuk timbangan bulat, cocok untuk anak usia 1 tahun ke atas, belajar konsep berat dan ringan (keseimbangan).

dok.mainan edukasi chandra ekajayaJenis mainan produksinya meliputi home, puzzle, wiregame, palu, balok-balok (block), mengenal bentuk, buah potong, maze (belajar menulis), stacking (menyusun), dan mainan lainnya. Ada pula mainan sejenis tetapi produk impor, serta produk lainnya seperti logico, hiasan dinding, crayon carandache, dan CD interaktif. Menurut mantan guru SD ini, mainan edukatif tersebut memiliki beberapa keungglan, diantaranya mengembangkan kemampuan imajinasi anak, mengembangkan kemampuan matematika karena berhubungan dengan bentuk, panjang atau lebar benda serta area. Selain itu juga bisa mengembangkan kreativitas dan daya konsentrasi anak.

Bahan kayu yang digunakan adalah kayu pinus. Kayu pinus glondongan itu kemudian dipotong-potong kecil sesuai bentuk yang diinginkan. Ada segi tiga, segi empat, segi panjang, bulatan, dan lainnya. Karyawan harian, mulai dari pemotongan sampai mengamplas hingga pengecatan semuanya kini berjumlah 18 orang, sedangkan penjaga toko 2 orang. Omzet yang dapat diraihnya saat ini mencapai 40 juta rupiah perbulan. Bisnis yang dia kerjakan dengan tidak sengaja kini mengubah hidupnya menjadi sangat lebih berada.